Showing posts with label hidup. Show all posts
Showing posts with label hidup. Show all posts

Saturday, April 5, 2014

Change and a barrier of change.



Its been a while-again. No access to a laptop limits my writing craving. Im hanging onto my iphone only and that’s the only cling I can hold on to be connected, via the internet of course.
 I have been through lots of shi*s in the year 2013. Things I shouldn’t have done, things I should have done. All the things I have never imagined I would do.

I have been forgiving the people I love the most in my life. Forgiving mistakes done repeatedly, mistakes done intentionally, and mistakes done without a regret. See, when I forgave people for their wrongs, I do not see myself as weak. I see myself as a normal human being and doesn’t play God. Heck even God forgives. Even Muhammad forgives. Who am I not to? Yes most people around me said Im dumb. For always looking at things in a positive manner, literally everything. But that’s how I heal my heart. That’s how I sooth this tiny broken pieces back to its form. The form it should be. When I forgive people, it means I still have hope for the person to mend his wrongs and do the right thing later. And I do pray to Allah for me to be patient. Cause change don’t just happen in a day or two. Depending on that changing, and depending on a particular person, that act of change may require years to happen. And I did pray and be patient, as that’s what He wants his ummah to be. Pray-be patient-give hope-and work for the change. The least I could do are those things. 

If a person isn’t strong enough to mend the wrongs, that’s where we are to give the support and be there for them. And I guess I did for the past few years. I did. And eventually it didn’t work out because that person doesn’t want to be assisted nor ever wanted to mend the wrongs. And to realize that, I stop trying and I walked away. For good. An act I have never been proud of. An act I have always thought should be as a last resort for an almost sunken hope. 

See, people can say don’t give up. Well walking away doesn’t show an act of giving up. At least for me, it could be the way to help another person that we walked away off. I see the person woke up now and be a better person that I used to know before. And realizing that im one of the major reason that held that person’s act to change before. And by walking away I have actually moved the barrier that kept him in a dungeon of doom. By walking away that person had finally found the light to crawl out of his near death cliff. 

O’ Allah, I pray for that person to be blessed and loved by your for eternity till the hereafter as so I pray for mine too.




Saturday, November 19, 2011

5 yang Terawal


Sudah berbulan-bulan lamanya saya tidak menulis. Petanda saya dihambat acara-acara langsung yang menggunakan masa-masa santai saya yang tidak dapat saya simpankan sedikit ruang pun untuk menulis. Bukan lah ibadah yang haq tapi satu ketagihan baru saya dalam online games yang agak melampau. Hehehe. Alasannya? Kerana keyboard laptop saya sudahpun rosak, ditekan A atau S maka akan terkeluarlah infiniti AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA........... dan hanya akan berhenti jika saya menghentak keyboard itu separuh tenaga saya. Lalu, saya kini bergantung sepenuhnya pada external keyboard Dell yang gabak dan akhirnya, aktiviti komputer saya akan saya terhadkan kepada penggunaan  mouse semaksima boleh, sebab itu online games menjadi pilihan utama saya kini. Pathethic. Saya tahu. :D lalu, tanpa idea yang banyak dan fikiran panjang untuk berkarya, saya ingin berkongsi satu kisah yang haq yang jarang2 sekali kita sedari atau ingati (sebagai seorang muslim)...kudos kepada penyampai yang berkongsikan sejarah ini pada saya bulan lalu. Semoga sedikit sebanyak berguna kepada antum sekalian untuk terus berjuang dalam rangka ibadah 42:13 ini..


As-Sabiqun al-Awwalun (Arab: السَّابِÙ‚ُونَ الأَÙˆَّÙ„ُونَ) adalah orang-orang terdahulu yang pertama kali masuk/ memeluk Islam. Mereka adalah dari golongan kaum Muhajirin dan Anshar, mereka semua sewaktu masuk Islam berada di kota Mekkah, sekitar tahun 610 Masehi pada abad ke-7.
Mula-mula baginda melakukannya secara sembunyi-sembunyi di lingkungan keluarga, sahabat,pengasuh dan budaknya. Orang pertama yang menyambut dakwahnya adalah Khadijah, istrinya. Dialah yang pertama kali masuk Islam. Menyusul setelah itu adalah Ali bin Abi Thalib, saudara sepupunya yang kala itu baru berumur 10 tahun, sehingga Ali menjadi lelaki pertama yang masuk Islam.Kemudian Abu Bakar, sahabat karibnya sejak masa kanak-kanak. Baru kemudian diikuti oleh Zaid bin Haritsah, bekas budak yang telah menjadi anak angkatnya,dan Ummu Aiman, pengasuh Muhammad sejak ibunya masih hidup. Setelah mereka, lalu masuk yang lainnya. Abu Bakar sendiri kemudian berhasil mengislamkan beberapa orang teman dekatnya, seperti, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa'ad bin Abi Waqqas, dan Thalhah bin Ubaidillah. Dari dakwah yang masih rahasia ini, belasan orang telah masuk Islam. Sedangkan menurut sejarah Islam, putri Abu Bakar yaitu Aisyah adalah orang ke 21 atau 22 yang masuk Islam. Syaikh Al-Albani mengatakan: "Lelaki dewasa dan merdeka yang pertama kali beriman adalah Abu Bakar, dari kalangan anak-anak adalah Ali bin Abi Thalib,dari kalangan budak Zaid bin Haritsah.
Dakwah secara siriyyah ini dilakukan selama kurang lebih 3 tahun dan setelah orang Islam berjumlah 40 orang, maka turunlah ayat
     “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat
      [Asy-Syu’ara, 26:214]

dan juga pada ayat,
      “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.Sesungguhnya kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu).
 [Al-Hijr ayat 15:94-95]

Yang termasuk As-Sabiqun Al-Awwalun adalah sebagai berikut:
        Khadijah binti Khuwailid
        Zaid bin Haritsah
        Ali bin Abi Thalib
        Abu Bakar Al-Shiddiq
        Bilal bin Rabah
        Ummu Aiman
        Hamzah bin Abdul Muthalib
        Abbas bin Abdul Muthalib
        Abdullah bin Abdul-Asad
        Ubay bin Kaab
        Abdullah bin Rawahah
        Abdullah bin Mas'ud
        Mus'ab bin Umair
        Mua'dz bin Jabal
        Aisyah
        Umar bin Khattab
        Utsman bin Affan
        Arwa' binti Kuraiz
        Zubair bin Awwam bin Khuwailid
        Abdurrahman bin Auf
        Sa'ad bin Abi Waqqas
        Thalhah bin Ubaidillah
        Abdullah bin Zubair
        Miqdad bin Aswad
        Utsman bin Mazh'un
        Said bin Zayd bin Amru
        Abu Ubaidah bin al-Jarrah
        Waraqah bin Naufal
        Abu Dzar Al-Ghiffari
        Umar bin Anbasah
        Sa’id bin Al-Ash
        Abu Salamah bin Abdul Asad
        Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam
        Muawiyah bin Abu Sufyan
        Yasir bin Amir
        Ammar bin Yasir
        Sumayyah binti Khayyat
        Amir bin Abdullah
        Ja'far bin Abi Thalib
        Khabbab bin 'Art
        Ubaidah bin Harits
        Ummu al-Fadl Lubaba
        Shafiyyah
        Asma' binti Abu Bakr
        Fatimah bin Khattab
        Suhayb Ar-Rummi
Khadijah, Zaid bin Haritsah, Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar Al-Shiddiq, Ummu Aiman, dan Bilal bin Rabah, merekalah orang yang pertama kalinya mengucap kalimat dua syahadat, lalu menyebar ke yang lainnya. Kesemuanya berasal dari kabilah Quraisy, kecuali Bilal bin Rabah.
Pada awalnya golongan ini hanya terdiri dari kaum miskin dan lemah, kemudian setelah menempuh waktu semakin bertambah dan masuk beberapa orang dari lapisan golongan masyarakat, yang terdiri dari pemuka adat, pemimpin suku, panglima perang, ibu rumah tangga, anak-anak, majikan, saudagar,pengusaha, pedagang, petani, peternak binatang, pelayan rumah tangga, orang merdeka, budak.
Tugas As-Sabiqun al-Awwalun yang Salaf, memiliki beberapa tugas penting yang harus diemban mereka. Tugas itu meliputi:
1.              Bertauhid (mengesakan Allah),
2.              Beriman kepada malaikat, rasul, kitab-kitab, takdir
3.              Menegakkan salat,
4.              Menunaikan zakat,
5.              Melakukan keadilan,
6.              Melakukan amal kebaikan,
7.              Meninggalkan kekejian,
8.              Meninggalkan kemungkaran,
9.              Meninggalkan kezaliman,
10.          meninggalkan penyembahan berhala,
11.          Berhala harus dihancurkan,
12.          Melarang kemusyrikan,
13.          Darah tidak ditumpahkan,
14.          Tak ada jiwa yang dibunuh kecuali krn kebenaran,
15.          Jalan-jalan tetap aman,
16.          Tali silaturahmi terus dijalin,
17.          Menjunjung kemerdekaan manusia,
18.          Mencegah keburukan,
19.          Mempertahanan bela agama,
20.          Menyebarkan secara diam-diam agama yang dibawa oleh Muhammad.

Menurut kepercayaan Islam, As-Sabiqun al-Awwalun akan mempunyai tempat tinggal yang mulia, Surga Jannatun Na'im.
      “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar
[At-Taubah ayat 9:100]
 Diperkuat oleh dalam hadits mutawatir yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari tentang tiga masa yang mendapatkan kemulian dan keutamaan muslim dan lain-lainnya, dimana Muhammad bersabda
 “Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi setelahnya, kemudian generasi setelahnya.”
Menurut beberapa hadits yang shahih, agama Islam dikatakan pertama kali muncul dalam keadaan terasing, kemudian akan kembali menjadi asing sebagaimana semula ajaran Islam itu datang. Sementara itu orang disekelilingnya telah menjadi rusak secara aqidah dan mereka akan memusuhi ajaran Islam itu sendiri.
Pernyataan didasari beberapa hadits berikut dibawah ini:
Muhammad bersabda, "Sesungguhnya Islam pertama kali muncul dalam keadaaan  asing dan nanti akan kembali asing sebagaimana semula. Maka berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba')."
  "Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba'). (Mereka adalah) orang-orang shalih yang berada di tengah orang-orang yang berperangai buruk dan orang yang memusuhinya lebih banyak daripada yang mengikuti mereka."
  "Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba'). Yaitu mereka yang mengadakan perbaikan (ishlah) ketika manusia rusak."

Diperoleh dari
"http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemeluk_Islam_pertama&oldid=3821691"